Senja

20 11 2006

Langit muram, kaupun tahu
angin menyapu musim, gerimis melintas
Pada senja selintas, aku tak tahu
masihkah ku temu malamku ?

Kamu adalah mimpi itu, siapa tahu
dalam jejak senyap semalam
Menatap rintik-rintik hujan
tiada bertanya sedu atau sedan…

Siang temaram, aku tak tahu
semilir angin menerpa pelangi
Dan terik mentari menyengatmu
hingga bertemu siang kembali

Desah menyapu keheningan
dalam kemuraman senja
Akankah ada tawa yang menyelinap?
meski itu bukan milikmu?

Tapi senja itu tetap tersenyum memikat
bahkan ia tertawa bila ada kemuraman
Entah akan larut bersama hening sesaat
ataukah tetap memiliki meski ternyata bukan

Dan hari sudah melewati senja
semilir angin menjadi dingin
Aku menatap mu nanar tenggelam dalam cahaya
melintasi batas mengenangmu dalam pikiran

Khayalan dan impian beradu
dalam selangkah senja ini
Melihat awan semakin kelabu
akankah bertanya apa ini

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: