Purnama

20 11 2006

satu purnama yang masih berlari
selalu menguntit terbenamnya matahari
bila diukur bagai sebuah jengkal jemari
yang tak bertemu pangkal, ujung dan inti

meski purnama itu terus berlari
dan mampu menyusul terbitnya matahari
tak semudah mengangkat jemari
lalu menjatuhkannya bagai gravitasi

jangan renungi matahari yg tenggelam
karena bulan datang sambut sang malam
biarkan cahayanya membiasi hati manusia
menjadi lilin kecil diantara kegelapan

malam purnama tetaplah malam
bulan dan bintang tetaplah singgah
beberapa malam dengan suasana kelam
karena mendung itu menutupi segalanya

aku pikir…
hujan akan menyudahi segalanya…
aku rasa …
esok akan ku temukan purnama lainnya

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: