Mengenangmu

20 11 2006

Berkaca pada sebuah kepenatan
membuang letih dalam tidur
Merebah dalam jubah naungan malam
hingga fajar merekah di ufuk seketika

Ada segenggam kasih dibalutkan dari tanganmu
Menyentuh halus wajahku
Hingga tercium aroma kasihmu
Meski tanpa kata-kata

Dan terbuaiku oleh alunan melodi malam
desir angin tak mampu padamkan kasihmu
Mendekap erat dan amat sangat mendalam
hingga mata ini terpejam menikmati dirimu

Siratan pandanganmu tak dapat pudar
darimu kasih itu terpancarkan…
Merenangi kata kasihmu pun tak sanggup
berikan samudra ampunmu…

Meski samudra ampun tlah terucapkan
namun kata kasihku telah pergi begitu saja dari pendengaran
Mungkin inilah namanya cobaan
dan semua di dunia pasti akan merasakan hingga akhir jaman

Melihatmu aku terenyuh
mencari gairah tapi enggan resah
Adakah kau tertahan sedangkan kau harus melangkah
saranku berserah padanya untuk pasrah

Memang satu keharusan tuk pasrah adanya
tanpa mengenang keadaan yang tlah berlalu
Tapi jikalau memang suratan nasib berbicara
musti ada usaha untuk membuka lembar baru

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: